Minggu, 10 Maret 2013
Warnai kuku Indah Mu
Warnai kuku Indah Mu dengan Kutek yang cantik - cantik ini,
Ready stock lohh, Banyak pilihan warna yg pasti cock banget buat kamu.
Opi Mini series isi 4 warna (1 set) harga Rp.185.000/
botol regular (satuan) harga Rp.145.000
------------->
Info dan pemesanan Sms / telp / Whatsapp Consultan marketing kami di 085217539399 | 085280360646 | 087871019760
Pin BB By request
Usir nyamuk dengan cara berikut :
Sumber:-->tips cantik alami
Usir nyamuk dengan cara berikut :
Tanaman Pengusir Nyamuk
peliharalah tanaman yang bisa mengusir nyamuk seperti lavender, zodia, dll.
Jangan biasakan menggantung terlalu banyak pakaian dan menumpuk barang-barang di dalam kamar karena nyamuk senang bersembunyi di tumpukan barang dan kain
yang bergelantungan.
Pasang kassa nyamuk di jendela rumah dan bila pintu rumah sering dibuka, beri pintu tambahan berupa pintu teralis yang dapat dipasang kassa nyamuk sehingga sirkulasi udara bisa tetap lancar dan nyamuk pun tidak masuk.
Siapkan segelas air yang diberi beberapa butir kapur barus yang diletakkan di salah satu sudut ruangan dan nyamukpun tidak berani mendekat.
Sabtu, 09 Maret 2013
Darah Kental Perlu Diwaspadai
Sumber:--->Umkm Dan Koperasi Tiga berbagi foto Peluang Bisnis Klinik Terapi Laser.
23 November 2011
Darah Kental Perlu Diwaspadai
Oleh Mika Lumban Tobing
DARAH kental atau hiperkoagulasi adalah keadaan di mana terdapat kecenderungan terbentuknya gumpalan bekuan darah atau trombus di dalam pembuluh darah, bila trombus menyumbat aliran darah baik di pembuluh darah nadi (arteri) ataupun pembuluh darah balik (vena) disebut trombosis. Trombus yang terlepas dan terbawa di dalam
sirkulasi darah disebut embolus.
Trombosis yang terjadi di otak dapat menimbulkan gejala stroke, bila terjadi di mata dapat menyebabkan penglihatan yang tiba-tiba berkurang atau menghilang, dan bila terjadi di jantung dapat menyebabkan serangan jantung akut dan menimbulkan kematian mendadak.
Pengaruh
Kondisi darah yang cenderung mengental dapat mengganggu sirkulasi dan akan menimbulkan gejala yang cukup luas. Gejala yang terjadi dikenal sebagai sindrom hiperviskositas seperti nyeri kepala ataupun migrain yang sukar terkendali, keluhan vertigo, penglihatan kabur, telinga berdenging dan perasaan kebas di tungkai bawah seperti perasaan darah tidak mengalir. Apabila darah kental ini tidak dikelola dengan baik maka akan terbentuk gumpalan darah (trombus) dan bila menyumbat di dalam pembuluh darah akan memberikan gejala yang lebih serius dan berat seperti Stroke, Infark Miokard (serangan jantung), trombosis di pembuluh darah mata, telinga, daerah perut juga di plasenta (ari-ari) pada wanita hamil dan tungkai bawah.
Semua organ tubuh dapat terkena dan akan menunjukkan gejala sesuai dengan organ yang bersangkutan. Kurangnya pasokan oksigen ke otak akibat pengentalan darah dapat menyebabkan gangguan keseimbangan, sering mengalami serangan migrain, atau sakit kepala, juga merasa limbung ketika berjalan. Gejala yang lain seperti vertigo, kejang, daya ingat menurun dapat terjadi.
Pada mata dapat mengakibatkan pandangan ganda (melihat dobel), pada telinga bisa menyebabkan tuli mendadak. Pada jantung bisa terjadi serangan jantung disertai terbentuknya gumpalan darah di serambi atas jantung, pada paru-paru bisa terjadi sesak napas yang terjadi tiba - tiba disertai nyeri dada akibat adanya gumpalan yang menyumbat pembuluh darah paru (emboli paru) yang mengakibatkan kematian mendadak.
Beberapa variasi dari keluhan dan gejala penderita darah kental yang datang konsultasi ke dokter dapat kita lihat pada contoh pasien berikut ini:
1. Seorang pria berusia 25 tahun datang ke dokter dengan keluhan tiba-tiba mengalami vertigo dan daya ingatnya menurun, saat terjadinya keluhan mendadak serta tiba-tiba kaki dan tangan terasa lemah dan tidak mampu digerakkan. Rasa lemah tersebut kemudian membaik dalam waktu kira-kira 1 jam. Diceritakan bahwa saudara laki-lakinya yang tertua mengalami stroke pada usia 30 tahun. Pada pemeriksaan tidak dijumpai tekanan darah tinggi, tidak ada kencing manis maupun peningkatan kolesterol dan trigliserid. Pemeriksaan CT Scan otak menunjukkan hasil normal. Penelusuran terhadap kemungkinan adanya penyakit herediter dijumpai adanya defisiensi Protein C dan S.
Kejadian yang dialami oleh pria tersebut adalah gejala stroke ringan yang kadang-kadang disebut sebagai Transient Ischaemic Attack (TIA) atau serangan iskhemik selintas yang dapat mengalami perbaikan dalam waktu kurang dari 24 jam.
Penderita diberikan obat anti trombosit dan anti koagulasi (anti bekuan darah) dan juga penjelasan yang baik mengenai penyakitnya sehingga memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi untuk minum obat secara teratur serta kontrol kepada dokter sesuai jadwal yang dianjurkan, sehingga pasien terhindar dari serangan stroke. Pada umumnya darah kental yang bersifat herediter sering terjadi trombus pada usia muda dan sering mengalami serangan ulang (relaps) serta riwayat keluarga positif. Dibutuhkan penjelasan penyakit secara baik kepada keluarga pasien, sehingga anggota keluarga yang lain dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium apakah juga mengidap kelainan yang sama.
2. Seorang wanita berusia 45 tahun datang ke dokter dengan keluhan tungkai bawah kanan bengkak sejak 3 hari sebelumnya. Disampaikan bahwa 2 tahun yang lalu wanita tersebut menjalani operasi payudara kanan dan didiagnosis sebagai kanker serta sudah menjalani program kemoterapi lengkap. Pada pemeriksaan tungkai bawah kanan tampak bengkak, nyeri bila digerakkan dan tidak ada tanda infeksi. Hasil pemeriksaan sonografi Doppler vaskular didapatkan trombus pada vena poplitea kanan. Pasien ini menderita Deep Vein Thrombosis (DVT) dengan penyakit yang mendasari adalah kanker payudara. Pada penderita kanker terutama yang berasal dari kelenjar (adenocarcinoma) seperti pada payudara, pankreas, indung telur (ovarium) maupun prostat, sel-sel kanker akan memproduksi zat mucin yang membuat darah penderita kanker menjadi lebih kental dan cenderung terjadi gumpalan (trombus).
Pengobatan yang diberikan adalah antikoagulan peroral maupun parenteral (injeksi) dan memberikan hasil yang menggembirakan.
3. Seorang wanita (ibu) datang ke dokter dengan cerita bahwa dia sedang mengalami kehamilan yang ke - 3 dalam usia 4 minggu. Disampaikan juga oleh ibu tersebut bahwa pada kehamilannya yang pertama saat berusia 10 minggu terjadi perdarahan dan dikatakan oleh dokter terjadi keguguran (abortus) dan dilakukan kuret. Hal yang sama juga terjadi pada kehamilan yang kedua pada usia kehamilan 12 minggu. Setelah istirahat selama 2 tahun maka ibu tersebut mencoba untuk hamil lagi dan bertanya kepada dokter apakah ada penyakit yang membuat seorang ibu sering mengalami keguguran?
Sesudah dilakukan pemeriksaan terhadap adanya infeksi atau kelainan kromosom yang menyebabkan terjadi abortus berulang dengan hasil negatif, maka dilakukan pemeriksaan apakah ada kemungkinan ibu tersebut menderita darah kental karena penyakit Sindrom Antifosfolipid?
Pemeriksaan untuk memastikan Sindrom Antifosfolipid adalah pemeriksaan Anticardiolipin Antibody (ACA) ataupun Antibodi anti ɿ2-GP1 (glikoprotein-1) dan memberi hasil yang positif dalam dua kali pemeriksaan dengan rentang waktu 6 minggu.
Ibu ini diberi pengobatan dengan pengencer darah (aspirin) dan antikoagulan (heparin) selama kehamilan dan pasca persalinan. Anak lahir dalam keadaan sehat demikian juga ibunya.
Pencegahan
Kisah yang terjadi pada ketiga pasien yang diceritakan di atas adalah keadaan darah kental dengan penyakit yang mendasarinya dan gejala yang ditimbulkan adalah akibat terbentuknya trombosis pada organ tubuh tertentu. Khusus pada penderita sindroma Antifosfolipid dijumpai trombosis pada pembuluh darah nadi (arteri) plasenta (ari-ari) akibatnya janin tidak cukup mendapat makanan yang berdampak janin mengalami gangguan pertumbuhan (abortus) ataupun lahir prematur.
Di dalam majalah Garuda yang terdapat di dalam pesawat Garuda, kita dapat membaca sebuah artikel mengenai Deep Vein Thrombosis yang menyampaikan bahwa kejadian ini dikenal dengan istilah Economy Class Syndrome. Siapapun yang duduk tanpa bergerak untuk jangka waktu yang lama akan mengalami stagnasi dalam peredaran cairan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pembekuan darah pada bagian bawah kaki Anda.
Bila betis dan kaki tidak digerakkan, pembekuan darah dapat berkembang sedemikian rupa sehingga menyebabkan kondisi yang serius. Oleh karena itu dianjurkan melakukan senam aerobik sesuai anjuran (ada gambarnya) dan minumlah air yang banyak serta bergeraklah berkali-]kali di kabin pesawat bila memang memungkinkan .
Pengobatan darah kental bertujuan untuk mencegah terjadinya trombus oleh karena itu diperlukan ketaatan penderita mengikuti pola pengobatan jangka panjang atau mungkin seumur hidup. Salah satu obat antitrombosit yang sederhana dan harganya murah adalah acetosal (aspirin) yang dalam dosis kecil sebesar 100 mg setiap hari dapat mencegah timbulnya trombus.
Pemakaian obat antikoagulan memerlukan monitoring laboratorium karena pemberian yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan penyulit berupa perdarahan.
Pengobatan dengan antitrombotik untuk mencegah terjadinya trombosis seperti Aspirin maupun antikoagulan seperti warfarin dan heparin memberikan hasil yang memadai dan pemeriksaan laboratorium maupun penunjang yang lain untuk memastikan diagnosis trombosis akibat darah kental sudah dapat dilakukan di laboratorium dan rumah sakit yang ada di Semarang. (11)
– Dr. Mika Lumban Tobing, SpPD, K-HOM, FINASIM, Dokter Ahli Penyakit Dalam, Konsultan Hematologi-Onkologi Medik, staf pengajar pada Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
Sumber:----?http://www.suaramerdeka.com/ v1/index.php/read/cetak/2011/ 11/23/167445/ Darah-Kental-Perlu-Diwaspadai
Darah Kental Perlu Diwaspadai
Oleh Mika Lumban Tobing
DARAH kental atau hiperkoagulasi adalah keadaan di mana terdapat kecenderungan terbentuknya gumpalan bekuan darah atau trombus di dalam pembuluh darah, bila trombus menyumbat aliran darah baik di pembuluh darah nadi (arteri) ataupun pembuluh darah balik (vena) disebut trombosis. Trombus yang terlepas dan terbawa di dalam
sirkulasi darah disebut embolus.
Trombosis yang terjadi di otak dapat menimbulkan gejala stroke, bila terjadi di mata dapat menyebabkan penglihatan yang tiba-tiba berkurang atau menghilang, dan bila terjadi di jantung dapat menyebabkan serangan jantung akut dan menimbulkan kematian mendadak.
Pengaruh
Kondisi darah yang cenderung mengental dapat mengganggu sirkulasi dan akan menimbulkan gejala yang cukup luas. Gejala yang terjadi dikenal sebagai sindrom hiperviskositas seperti nyeri kepala ataupun migrain yang sukar terkendali, keluhan vertigo, penglihatan kabur, telinga berdenging dan perasaan kebas di tungkai bawah seperti perasaan darah tidak mengalir. Apabila darah kental ini tidak dikelola dengan baik maka akan terbentuk gumpalan darah (trombus) dan bila menyumbat di dalam pembuluh darah akan memberikan gejala yang lebih serius dan berat seperti Stroke, Infark Miokard (serangan jantung), trombosis di pembuluh darah mata, telinga, daerah perut juga di plasenta (ari-ari) pada wanita hamil dan tungkai bawah.
Semua organ tubuh dapat terkena dan akan menunjukkan gejala sesuai dengan organ yang bersangkutan. Kurangnya pasokan oksigen ke otak akibat pengentalan darah dapat menyebabkan gangguan keseimbangan, sering mengalami serangan migrain, atau sakit kepala, juga merasa limbung ketika berjalan. Gejala yang lain seperti vertigo, kejang, daya ingat menurun dapat terjadi.
Pada mata dapat mengakibatkan pandangan ganda (melihat dobel), pada telinga bisa menyebabkan tuli mendadak. Pada jantung bisa terjadi serangan jantung disertai terbentuknya gumpalan darah di serambi atas jantung, pada paru-paru bisa terjadi sesak napas yang terjadi tiba - tiba disertai nyeri dada akibat adanya gumpalan yang menyumbat pembuluh darah paru (emboli paru) yang mengakibatkan kematian mendadak.
Beberapa variasi dari keluhan dan gejala penderita darah kental yang datang konsultasi ke dokter dapat kita lihat pada contoh pasien berikut ini:
1. Seorang pria berusia 25 tahun datang ke dokter dengan keluhan tiba-tiba mengalami vertigo dan daya ingatnya menurun, saat terjadinya keluhan mendadak serta tiba-tiba kaki dan tangan terasa lemah dan tidak mampu digerakkan. Rasa lemah tersebut kemudian membaik dalam waktu kira-kira 1 jam. Diceritakan bahwa saudara laki-lakinya yang tertua mengalami stroke pada usia 30 tahun. Pada pemeriksaan tidak dijumpai tekanan darah tinggi, tidak ada kencing manis maupun peningkatan kolesterol dan trigliserid. Pemeriksaan CT Scan otak menunjukkan hasil normal. Penelusuran terhadap kemungkinan adanya penyakit herediter dijumpai adanya defisiensi Protein C dan S.
Kejadian yang dialami oleh pria tersebut adalah gejala stroke ringan yang kadang-kadang disebut sebagai Transient Ischaemic Attack (TIA) atau serangan iskhemik selintas yang dapat mengalami perbaikan dalam waktu kurang dari 24 jam.
Penderita diberikan obat anti trombosit dan anti koagulasi (anti bekuan darah) dan juga penjelasan yang baik mengenai penyakitnya sehingga memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi untuk minum obat secara teratur serta kontrol kepada dokter sesuai jadwal yang dianjurkan, sehingga pasien terhindar dari serangan stroke. Pada umumnya darah kental yang bersifat herediter sering terjadi trombus pada usia muda dan sering mengalami serangan ulang (relaps) serta riwayat keluarga positif. Dibutuhkan penjelasan penyakit secara baik kepada keluarga pasien, sehingga anggota keluarga yang lain dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium apakah juga mengidap kelainan yang sama.
2. Seorang wanita berusia 45 tahun datang ke dokter dengan keluhan tungkai bawah kanan bengkak sejak 3 hari sebelumnya. Disampaikan bahwa 2 tahun yang lalu wanita tersebut menjalani operasi payudara kanan dan didiagnosis sebagai kanker serta sudah menjalani program kemoterapi lengkap. Pada pemeriksaan tungkai bawah kanan tampak bengkak, nyeri bila digerakkan dan tidak ada tanda infeksi. Hasil pemeriksaan sonografi Doppler vaskular didapatkan trombus pada vena poplitea kanan. Pasien ini menderita Deep Vein Thrombosis (DVT) dengan penyakit yang mendasari adalah kanker payudara. Pada penderita kanker terutama yang berasal dari kelenjar (adenocarcinoma) seperti pada payudara, pankreas, indung telur (ovarium) maupun prostat, sel-sel kanker akan memproduksi zat mucin yang membuat darah penderita kanker menjadi lebih kental dan cenderung terjadi gumpalan (trombus).
Pengobatan yang diberikan adalah antikoagulan peroral maupun parenteral (injeksi) dan memberikan hasil yang menggembirakan.
3. Seorang wanita (ibu) datang ke dokter dengan cerita bahwa dia sedang mengalami kehamilan yang ke - 3 dalam usia 4 minggu. Disampaikan juga oleh ibu tersebut bahwa pada kehamilannya yang pertama saat berusia 10 minggu terjadi perdarahan dan dikatakan oleh dokter terjadi keguguran (abortus) dan dilakukan kuret. Hal yang sama juga terjadi pada kehamilan yang kedua pada usia kehamilan 12 minggu. Setelah istirahat selama 2 tahun maka ibu tersebut mencoba untuk hamil lagi dan bertanya kepada dokter apakah ada penyakit yang membuat seorang ibu sering mengalami keguguran?
Sesudah dilakukan pemeriksaan terhadap adanya infeksi atau kelainan kromosom yang menyebabkan terjadi abortus berulang dengan hasil negatif, maka dilakukan pemeriksaan apakah ada kemungkinan ibu tersebut menderita darah kental karena penyakit Sindrom Antifosfolipid?
Pemeriksaan untuk memastikan Sindrom Antifosfolipid adalah pemeriksaan Anticardiolipin Antibody (ACA) ataupun Antibodi anti ɿ2-GP1 (glikoprotein-1) dan memberi hasil yang positif dalam dua kali pemeriksaan dengan rentang waktu 6 minggu.
Ibu ini diberi pengobatan dengan pengencer darah (aspirin) dan antikoagulan (heparin) selama kehamilan dan pasca persalinan. Anak lahir dalam keadaan sehat demikian juga ibunya.
Pencegahan
Kisah yang terjadi pada ketiga pasien yang diceritakan di atas adalah keadaan darah kental dengan penyakit yang mendasarinya dan gejala yang ditimbulkan adalah akibat terbentuknya trombosis pada organ tubuh tertentu. Khusus pada penderita sindroma Antifosfolipid dijumpai trombosis pada pembuluh darah nadi (arteri) plasenta (ari-ari) akibatnya janin tidak cukup mendapat makanan yang berdampak janin mengalami gangguan pertumbuhan (abortus) ataupun lahir prematur.
Di dalam majalah Garuda yang terdapat di dalam pesawat Garuda, kita dapat membaca sebuah artikel mengenai Deep Vein Thrombosis yang menyampaikan bahwa kejadian ini dikenal dengan istilah Economy Class Syndrome. Siapapun yang duduk tanpa bergerak untuk jangka waktu yang lama akan mengalami stagnasi dalam peredaran cairan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pembekuan darah pada bagian bawah kaki Anda.
Bila betis dan kaki tidak digerakkan, pembekuan darah dapat berkembang sedemikian rupa sehingga menyebabkan kondisi yang serius. Oleh karena itu dianjurkan melakukan senam aerobik sesuai anjuran (ada gambarnya) dan minumlah air yang banyak serta bergeraklah berkali-]kali di kabin pesawat bila memang memungkinkan .
Pengobatan darah kental bertujuan untuk mencegah terjadinya trombus oleh karena itu diperlukan ketaatan penderita mengikuti pola pengobatan jangka panjang atau mungkin seumur hidup. Salah satu obat antitrombosit yang sederhana dan harganya murah adalah acetosal (aspirin) yang dalam dosis kecil sebesar 100 mg setiap hari dapat mencegah timbulnya trombus.
Pemakaian obat antikoagulan memerlukan monitoring laboratorium karena pemberian yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan penyulit berupa perdarahan.
Pengobatan dengan antitrombotik untuk mencegah terjadinya trombosis seperti Aspirin maupun antikoagulan seperti warfarin dan heparin memberikan hasil yang memadai dan pemeriksaan laboratorium maupun penunjang yang lain untuk memastikan diagnosis trombosis akibat darah kental sudah dapat dilakukan di laboratorium dan rumah sakit yang ada di Semarang. (11)
– Dr. Mika Lumban Tobing, SpPD, K-HOM, FINASIM, Dokter Ahli Penyakit Dalam, Konsultan Hematologi-Onkologi Medik, staf pengajar pada Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
Sumber:----?http://www.suaramerdeka.com/
Otak
Dibandingkan dg organ2lainnya,kebutuhan otak akan pasokan aliran darah segar sangatlah tinggi.brsama darah yg mngalir mnuju otak,trbawa pula pasokan zat2gizi brupa asam amino,vitamin&mineral srta oksigen&glukosa(gula darah)yg diprlukan sbg sumber energi bagi otak.trhentinya pasokan darah 1-2mnt sj.dpt mngakibatkan ktidak seimbangan fungsi otak yg mbuat kta linglung atau tdk sadarkan diri.Bila otak kekurangan pasokan oksigen±4mnt sj.fungsi otak akan rusak&sulit pu
Jumat, 08 Maret 2013
Bisakah Air Es Membuat Perut Menjadi Buncit & Gemuk ?
Sumber:--->Delima
Bisakah Air Es Membuat Perut Menjadi Buncit & Gemuk ?
Pertanyaan ini sangat menarik dan sangat sering dipertanyakan oleh banyak orang yang sedang berdiet untuk menurunkan berat badannya. Banyak asumsi bahwa lemak akan membeku apabila terkena air es.
Banyak contoh yang terjadi ketika makanan mulai dingin dan lemaknya mulai kelihatan menggumpal, apalagi kalau disimpan di lemari es. Banyak hal tersebut membuat informasi ini semakin menyebar tanpa adanya keterangan yang memadai.
Satu hal yang sering saya katakan, bagi yang percaya bahwa air es membekukan lemak, adalah bahwa mereka tidak bisa membedakan kulkas dengan perut manusia. Es batu, ditaruh di suhu ruangan saja, dengan temperature 20C, akan meleleh. Mana mungkin yang sebongkah es saja tidak mampu mempertahankan bentuknya sebagai es batu, malah bisa membuat zat lain membeku?
Pertanyaannya adalah, apakah ketika es/air dingin tersebut dimasukkan ke dalam perut manusia, dengan suhu 37C masih bisa membekukan lemak?
Kita lihat dari sudut pandang ilmiahnya, ketika kita minum air es, dan setelah itu kita buang air kecil. Apakah urine kita tetap dingin? Atau berubah menjadi hangat? Tentu urine kita akan menjadi hangat kan, yang berarti tubuh akan menghangatkan air es/dingin yang masuk ke badan kita sebelumnya .
Sekarang kita sedikit bermain dengan logika sederhana.
Air es misalnya kita anggap suhunya 0C
Suhu tubuh kita adalah 37C
Dibutuhkan 1 kalori untuk meningkatkan suhu 1gram air sebesar 1C
Misalnya kita minum 400 gram air atau 400ml
Misalnya kita meminum 400ml air es dan badan kita harus meningkatkan suhunya dari 0C ke 37C, maka tubuh butuh membakar kalori sebesar 14,800 kalori. Atau dalam satuan Kalori yang kita biasa kenal, kita membakar 14.8 Kalori.
Kalau sehari kita minum 2000ml air es, maka kita akan membakar sekitar 74 Kalori. . Dalam 1 hari mungkin 74 Kalori tidak akan kelihatan, tetapi dalam 1 bulan itu sudah berarti 2,220 Kalori.
Tentunya menurunkan berat badan tidak bisa hanya tergantung pada minum air es saja, tetap dibutuhkan diet yang sehat dan olahraga yang rutin. Tetapi saat ini Anda sudah mengerti bahwa minum air es ternyata tidak menggemukkan, malah membantu membakar kalori!
So Enjoy Your Ice Water :)
Langganan:
Postingan (Atom)

![23 November 2011
Darah Kental Perlu Diwaspadai
Oleh Mika Lumban Tobing
DARAH kental atau hiperkoagulasi adalah keadaan di mana terdapat kecenderungan terbentuknya gumpalan bekuan darah atau trombus di dalam pembuluh darah, bila trombus menyumbat aliran darah baik di pembuluh darah nadi (arteri) ataupun pembuluh darah balik (vena) disebut trombosis. Trombus yang terlepas dan terbawa di dalam
sirkulasi darah disebut embolus.
Trombosis yang terjadi di otak dapat menimbulkan gejala stroke, bila terjadi di mata dapat menyebabkan penglihatan yang tiba-tiba berkurang atau menghilang, dan bila terjadi di jantung dapat menyebabkan serangan jantung akut dan menimbulkan kematian mendadak.
Pengaruh
Kondisi darah yang cenderung mengental dapat mengganggu sirkulasi dan akan menimbulkan gejala yang cukup luas. Gejala yang terjadi dikenal sebagai sindrom hiperviskositas seperti nyeri kepala ataupun migrain yang sukar terkendali, keluhan vertigo, penglihatan kabur, telinga berdenging dan perasaan kebas di tungkai bawah seperti perasaan darah tidak mengalir. Apabila darah kental ini tidak dikelola dengan baik maka akan terbentuk gumpalan darah (trombus) dan bila menyumbat di dalam pembuluh darah akan memberikan gejala yang lebih serius dan berat seperti Stroke, Infark Miokard (serangan jantung), trombosis di pembuluh darah mata, telinga, daerah perut juga di plasenta (ari-ari) pada wanita hamil dan tungkai bawah.
Semua organ tubuh dapat terkena dan akan menunjukkan gejala sesuai dengan organ yang bersangkutan. Kurangnya pasokan oksigen ke otak akibat pengentalan darah dapat menyebabkan gangguan keseimbangan, sering mengalami serangan migrain, atau sakit kepala, juga merasa limbung ketika berjalan. Gejala yang lain seperti vertigo, kejang, daya ingat menurun dapat terjadi.
Pada mata dapat mengakibatkan pandangan ganda (melihat dobel), pada telinga bisa menyebabkan tuli mendadak. Pada jantung bisa terjadi serangan jantung disertai terbentuknya gumpalan darah di serambi atas jantung, pada paru-paru bisa terjadi sesak napas yang terjadi tiba - tiba disertai nyeri dada akibat adanya gumpalan yang menyumbat pembuluh darah paru (emboli paru) yang mengakibatkan kematian mendadak.
Beberapa variasi dari keluhan dan gejala penderita darah kental yang datang konsultasi ke dokter dapat kita lihat pada contoh pasien berikut ini:
1. Seorang pria berusia 25 tahun datang ke dokter dengan keluhan tiba-tiba mengalami vertigo dan daya ingatnya menurun, saat terjadinya keluhan mendadak serta tiba-tiba kaki dan tangan terasa lemah dan tidak mampu digerakkan. Rasa lemah tersebut kemudian membaik dalam waktu kira-kira 1 jam. Diceritakan bahwa saudara laki-lakinya yang tertua mengalami stroke pada usia 30 tahun. Pada pemeriksaan tidak dijumpai tekanan darah tinggi, tidak ada kencing manis maupun peningkatan kolesterol dan trigliserid. Pemeriksaan CT Scan otak menunjukkan hasil normal. Penelusuran terhadap kemungkinan adanya penyakit herediter dijumpai adanya defisiensi Protein C dan S.
Kejadian yang dialami oleh pria tersebut adalah gejala stroke ringan yang kadang-kadang disebut sebagai Transient Ischaemic Attack (TIA) atau serangan iskhemik selintas yang dapat mengalami perbaikan dalam waktu kurang dari 24 jam.
Penderita diberikan obat anti trombosit dan anti koagulasi (anti bekuan darah) dan juga penjelasan yang baik mengenai penyakitnya sehingga memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi untuk minum obat secara teratur serta kontrol kepada dokter sesuai jadwal yang dianjurkan, sehingga pasien terhindar dari serangan stroke. Pada umumnya darah kental yang bersifat herediter sering terjadi trombus pada usia muda dan sering mengalami serangan ulang (relaps) serta riwayat keluarga positif. Dibutuhkan penjelasan penyakit secara baik kepada keluarga pasien, sehingga anggota keluarga yang lain dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium apakah juga mengidap kelainan yang sama.
2. Seorang wanita berusia 45 tahun datang ke dokter dengan keluhan tungkai bawah kanan bengkak sejak 3 hari sebelumnya. Disampaikan bahwa 2 tahun yang lalu wanita tersebut menjalani operasi payudara kanan dan didiagnosis sebagai kanker serta sudah menjalani program kemoterapi lengkap. Pada pemeriksaan tungkai bawah kanan tampak bengkak, nyeri bila digerakkan dan tidak ada tanda infeksi. Hasil pemeriksaan sonografi Doppler vaskular didapatkan trombus pada vena poplitea kanan. Pasien ini menderita Deep Vein Thrombosis (DVT) dengan penyakit yang mendasari adalah kanker payudara. Pada penderita kanker terutama yang berasal dari kelenjar (adenocarcinoma) seperti pada payudara, pankreas, indung telur (ovarium) maupun prostat, sel-sel kanker akan memproduksi zat mucin yang membuat darah penderita kanker menjadi lebih kental dan cenderung terjadi gumpalan (trombus).
Pengobatan yang diberikan adalah antikoagulan peroral maupun parenteral (injeksi) dan memberikan hasil yang menggembirakan.
3. Seorang wanita (ibu) datang ke dokter dengan cerita bahwa dia sedang mengalami kehamilan yang ke - 3 dalam usia 4 minggu. Disampaikan juga oleh ibu tersebut bahwa pada kehamilannya yang pertama saat berusia 10 minggu terjadi perdarahan dan dikatakan oleh dokter terjadi keguguran (abortus) dan dilakukan kuret. Hal yang sama juga terjadi pada kehamilan yang kedua pada usia kehamilan 12 minggu. Setelah istirahat selama 2 tahun maka ibu tersebut mencoba untuk hamil lagi dan bertanya kepada dokter apakah ada penyakit yang membuat seorang ibu sering mengalami keguguran?
Sesudah dilakukan pemeriksaan terhadap adanya infeksi atau kelainan kromosom yang menyebabkan terjadi abortus berulang dengan hasil negatif, maka dilakukan pemeriksaan apakah ada kemungkinan ibu tersebut menderita darah kental karena penyakit Sindrom Antifosfolipid?
Pemeriksaan untuk memastikan Sindrom Antifosfolipid adalah pemeriksaan Anticardiolipin Antibody (ACA) ataupun Antibodi anti ɿ2-GP1 (glikoprotein-1) dan memberi hasil yang positif dalam dua kali pemeriksaan dengan rentang waktu 6 minggu.
Ibu ini diberi pengobatan dengan pengencer darah (aspirin) dan antikoagulan (heparin) selama kehamilan dan pasca persalinan. Anak lahir dalam keadaan sehat demikian juga ibunya.
Pencegahan
Kisah yang terjadi pada ketiga pasien yang diceritakan di atas adalah keadaan darah kental dengan penyakit yang mendasarinya dan gejala yang ditimbulkan adalah akibat terbentuknya trombosis pada organ tubuh tertentu. Khusus pada penderita sindroma Antifosfolipid dijumpai trombosis pada pembuluh darah nadi (arteri) plasenta (ari-ari) akibatnya janin tidak cukup mendapat makanan yang berdampak janin mengalami gangguan pertumbuhan (abortus) ataupun lahir prematur.
Di dalam majalah Garuda yang terdapat di dalam pesawat Garuda, kita dapat membaca sebuah artikel mengenai Deep Vein Thrombosis yang menyampaikan bahwa kejadian ini dikenal dengan istilah Economy Class Syndrome. Siapapun yang duduk tanpa bergerak untuk jangka waktu yang lama akan mengalami stagnasi dalam peredaran cairan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pembekuan darah pada bagian bawah kaki Anda.
Bila betis dan kaki tidak digerakkan, pembekuan darah dapat berkembang sedemikian rupa sehingga menyebabkan kondisi yang serius. Oleh karena itu dianjurkan melakukan senam aerobik sesuai anjuran (ada gambarnya) dan minumlah air yang banyak serta bergeraklah berkali-]kali di kabin pesawat bila memang memungkinkan .
Pengobatan darah kental bertujuan untuk mencegah terjadinya trombus oleh karena itu diperlukan ketaatan penderita mengikuti pola pengobatan jangka panjang atau mungkin seumur hidup. Salah satu obat antitrombosit yang sederhana dan harganya murah adalah acetosal (aspirin) yang dalam dosis kecil sebesar 100 mg setiap hari dapat mencegah timbulnya trombus.
Pemakaian obat antikoagulan memerlukan monitoring laboratorium karena pemberian yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan penyulit berupa perdarahan.
Pengobatan dengan antitrombotik untuk mencegah terjadinya trombosis seperti Aspirin maupun antikoagulan seperti warfarin dan heparin memberikan hasil yang memadai dan pemeriksaan laboratorium maupun penunjang yang lain untuk memastikan diagnosis trombosis akibat darah kental sudah dapat dilakukan di laboratorium dan rumah sakit yang ada di Semarang. (11)
– Dr. Mika Lumban Tobing, SpPD, K-HOM, FINASIM, Dokter Ahli Penyakit Dalam, Konsultan Hematologi-Onkologi Medik, staf pengajar pada Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/23/167445/Darah-Kental-Perlu-Diwaspadai](https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/s480x480/523687_198223700312388_687461749_n.jpg)
